I'm Different
Freak. Satu kata yang menyakitkan saat seseorang menujukan kata itu padamu. Satu kata yang dapat membuat harga dirimu hancur berkeping-keping saat orang lain mengatakan itu padamu. Satu kata yang bisa membuatmu merasa kelas begitu menyeramkan, hingga membuatmu seperti paranoid sendiri saat baru masuk kelas.
Dan aku mengalami itu. Yep, di kelas, aku bisa dikatakan freak. Dan di kelas, aku dianggap nggak ada. Rasanya tuh sakit hati banget. Aku pingin marah. Marah pada diriku yang nggak bisa apa-apa. Marah pada diriku yang bisa dengan seenak udelnya diperalat oleh mereka. Dan aku juga marah pada mereka yang telah menganggapku nggak ada. Mereka yang telah menganggap aku freak. Aku ingin pulang. Ingin pulang ke tempatku. Setidaknya saat aku pulang, masih ada keluargaku yang nerima aku. Ada adikku yang biasa menghibur aku, ada Mamaku yang bisa aku ajak curhat. Tapi disini? Sahabat itu terasa begitu jauh. Jujur, aku kecewa. Di kelas, aku bahkan ngerasa nggak betah disini, bahkan sering terlintas dalam benakku hal-hal kejam yang ingin kulakukan pada mereka.
Kemarin, akhirnya aku mengutarakan semua itu pada sahabat baikku, Naya. Mungkin dia adalah satu-satunya orang yang menurutku benar-benar sahabatku disini. Dan kemarin, dia banyak memberiku nasihat. Aku utarakan semua yang aku rasakan, semua uneg-unegku.
Kamu mungkin harus ingat ini: seorang kuda balap, ia tidak tahu kenapa dia harus dipacut terus-menerus. Ia tidak tahu mengapa ia harus mengalami kesakitan terus-menerus. Tapi, karena hal itulah, kuda balap itu berhasil menjadi seorang pemenang, dan itulah hasil yang ia dapat dengan segala kesakitan dan kepahitannya. Kamu itu sama kayak kuda balap itu. Kamu mungkin disini mengalami berbagai kesedihan, kesakitan, dan kekecewaan. Tapi saat kamu berhasil melalui itu semua, kamu benar-benar seorang pemenang. Kamu akan menjadi semakin kuat menahan segala siksaan dan kesakitan yang dunia berikan padamu. Kamu akan lebih tahan banting dibanding teman-temanmu. Percayalah, suatu saat nanti, mereka akan mengetahui, seberapa kuatnya kamu.
Dan percayalah, Tuhan itu tidak akan membiarkanmu sendiri. Ia merencanakan segala sesuatu, indah pada waktuNya. Mungkin saat ini kamu dikhianati, tapi percayalah, kesakitanmu akan membawakan hasil yang manis. Kamu hanya perlu percaya, berdoa, dan bertahan dari ini semua.
Dan saat Naya mengatakan demikian, aku termenung. Apa yang dikatakan Naya benar. Suatu saat, saat aku sukses nanti, dan mereka melihatku sukses, aku akan berkata pada mereka,"Terima kasih atas rasa sakit yang kalian berikan padaku sewaktu kelas sepuluh. Dan inilah yang aku dapat sekarang. Sebuah kesuksesan."
Dan aku mengalami itu. Yep, di kelas, aku bisa dikatakan freak. Dan di kelas, aku dianggap nggak ada. Rasanya tuh sakit hati banget. Aku pingin marah. Marah pada diriku yang nggak bisa apa-apa. Marah pada diriku yang bisa dengan seenak udelnya diperalat oleh mereka. Dan aku juga marah pada mereka yang telah menganggapku nggak ada. Mereka yang telah menganggap aku freak. Aku ingin pulang. Ingin pulang ke tempatku. Setidaknya saat aku pulang, masih ada keluargaku yang nerima aku. Ada adikku yang biasa menghibur aku, ada Mamaku yang bisa aku ajak curhat. Tapi disini? Sahabat itu terasa begitu jauh. Jujur, aku kecewa. Di kelas, aku bahkan ngerasa nggak betah disini, bahkan sering terlintas dalam benakku hal-hal kejam yang ingin kulakukan pada mereka.
Kemarin, akhirnya aku mengutarakan semua itu pada sahabat baikku, Naya. Mungkin dia adalah satu-satunya orang yang menurutku benar-benar sahabatku disini. Dan kemarin, dia banyak memberiku nasihat. Aku utarakan semua yang aku rasakan, semua uneg-unegku.
Kamu mungkin harus ingat ini: seorang kuda balap, ia tidak tahu kenapa dia harus dipacut terus-menerus. Ia tidak tahu mengapa ia harus mengalami kesakitan terus-menerus. Tapi, karena hal itulah, kuda balap itu berhasil menjadi seorang pemenang, dan itulah hasil yang ia dapat dengan segala kesakitan dan kepahitannya. Kamu itu sama kayak kuda balap itu. Kamu mungkin disini mengalami berbagai kesedihan, kesakitan, dan kekecewaan. Tapi saat kamu berhasil melalui itu semua, kamu benar-benar seorang pemenang. Kamu akan menjadi semakin kuat menahan segala siksaan dan kesakitan yang dunia berikan padamu. Kamu akan lebih tahan banting dibanding teman-temanmu. Percayalah, suatu saat nanti, mereka akan mengetahui, seberapa kuatnya kamu.Dan percayalah, Tuhan itu tidak akan membiarkanmu sendiri. Ia merencanakan segala sesuatu, indah pada waktuNya. Mungkin saat ini kamu dikhianati, tapi percayalah, kesakitanmu akan membawakan hasil yang manis. Kamu hanya perlu percaya, berdoa, dan bertahan dari ini semua.
Dan saat Naya mengatakan demikian, aku termenung. Apa yang dikatakan Naya benar. Suatu saat, saat aku sukses nanti, dan mereka melihatku sukses, aku akan berkata pada mereka,"Terima kasih atas rasa sakit yang kalian berikan padaku sewaktu kelas sepuluh. Dan inilah yang aku dapat sekarang. Sebuah kesuksesan."
Komentar
Posting Komentar