If it belongs to you, it will be yours.
Setelah sekian lama tidak posting, malam ini rasanya ingin posting sesuatu hahaha. Hitung-hitung biar blog nggak kerasa gersangnya setelah lama tidak diupdate wkwkwk.
Jadi tulisan ini berangkat dari percakapanku dengan salah seorang sepupuku tadi malam. Cerita singkatnya sih, dia sedang galau dan pesimis apa dia bisa meraih impiannya.
Selayaknya cici sepupu 'sok bijak', aku cuma bilang ke dia, 'Kalau memang itu rejekimu, kamu bakal dapat itu kok. Kan yang penting kamu udah ngusahain itu.'.
Looks so simple, but practically, it's fucking hard, right?
Siapa sih orang yang mau dengan mudahnya legowo ketika tidak mendapatkan apa yang diinginkan? Kalau bisa aku dapat mneskipun berdarah-darah, why not?
Yah, makanya itu. Usahain dulu, kalau nggak bisa, yaudah. Emang bukan rejeki.
Aku keingat ada suatu momen dimana dulu waktu awal kuliah, salah satu hal yang mau aku capai adalah masuk organisasi eksekutif. Biar bisa jadi mahasiswa gaul ceritanya, karena pas SMA aku kuper orangnya hehehe. Tapi sedihnya, ketika aku daftar BEM universitas maupun BEM fakultas, tidak ada yang lolos hahahahaha. Biar nggak sedih lama-lama, iseng-iseng lah aku daftar di organisasi legislatif, DAN TERNYATA KETERIMA. JADI KETUA PULA WKWKWK. Jujur, dulu aku daftarnya sie acara, entah kenapa malah jadi ketua. Setelah mikir sekian lama untuk memutuskan terima atau tidak, akhirnya aku memutuskan untuk menerima tawarannya, dengan plan ini bisa jadi pengalaman oke ku buat periode berikutnya daftar BEM. Kelar masa jabatan, aku sudah memantapkan diri untuk masuk eksekutif, tetapi aku malah ditarik buat jadi ketua organisasi legislatif fakultas hingga kelar masa studi S1.
Singkat cerita, aku tidak pernah masuk organisasi eksekutif selama kuliah.
Kalau kupikir-pikir, emang kalau takdirnya aku nggak jadi anggota eksekutif, yah selalu ada hal yang bikin aku nggak mencapai itu. Tapi percaya, deh kalau memang itu buat kamu, kamu pasti dapat, kok dengan catatan kamu telah mengusahakan itu dengan seluruh kemampuan maksimalmu.
Aku ingat dulu ketika mau mengumpulkan ujian profesi, aku nego tanggal pengumpulan berkas ujian ke dospemku yang kebetulan bertanggungjawab mengurus ujian HIMPSI. Sebenarnya, hal ini nggak boleh dilakukan, tetapi karena mungkin dospemku juga kasihan liat aku yang bolak-balik ke kampus bersikeras buat ngurus berkas-berkas meskipun deadlinenya mepet banget, akhirnya aku dikasih kesempatan buat ujian. Dan voila! Aku berhasil lulus sesuai dengan target tanggal yang udah kutetapkan buat diriku. Kalau kuingat-ingat kejadian itu, sebenarnya nggak mungkin banget aku ujian karena memang semua jadwalku itu mepet. Normalnya, persiapan berkas untuk mahasiswa maju sidang adalah sebulanan lebih, tetapi karena banyak faktor aku harus melakukannya dalam waktu 2 minggu saja hahaha. Begitulah, kalau memang itu sudah tanggalku buat ujian, yah adaaa aja jalannya.
Di dunia ini kan memang selalu ada faktor X ya. Ada faktor yang bisa kamu kontrol, dan ada faktor yang tidak bisa kamu kontrol. Faktor yang bisa kamu kontrol yah dirimu, dan yang tidak bisa adalah dari lingkungan, orang lain, dan juga nasib wkwkwk.
Selagi apa yang ingin kamu capai itu bisa dicapai dengan faktor yang bisa kamu kontrol seperti kerja keras, usahakanlah disitu. Sisanya, let God does the rest.
Jika memang setelah kamu mengusahakan dan tetap nggak dapat, yah itu adalah bagian dari faktor yang tidak bisa kamu kontrol dan yaaaa...kamu juga tidak bisa ngapa-ngapain, jadi terima aja. Namanya juga hidup. Kalau semuanya berjalan sesuai dengan plan dan harapanmu, levelmu bukan manusia lagi, tetapi Tuhan, dek.
Komentar
Posting Komentar