It Will Not Always Rain
"Cause there'll be no sunlight if I lose you baby
There'll be no clear skies if I lose you baby
Just like the clouds my eyes will do the same
if you walk away.
Everyday it'll rain."
Yap, tumben sekali yah aku membuka postingan hari ini dengan sepenggal lirik lagu. Ha ha ha.
Jadi ceritanya, waktu lagi ngerjain tugas, dan pas lagu ini yang keputer, tiba-tiba nyanyi-nyanyi sendiri (walau suara pas-pasan dan liriknya yang dinyanyikan ndak sinkron dengan lirik yang seharusnya). Pas lagi dengar lirik ini, jujur, yang terlintas di pikiranku adalah: lirik ini kok buat orang putus asa banget yah pas lagi patah hati?
Tapi yah biasalah, ngomong lebih gampang daripada aksi. Ya kan?
Aku juga gak menampik kalo pas patah hati pun aku bakal merasa hari seolah rainy terus. Bahkan walau kata beberapa orang aku keliatan tegar-tegar aja kalo patah hati, mereka nggak tau kalo di belakang aku bakal nangisin mantan sambil meringkuk di pojok kasur, ngabisin setengah pak tissue yang isinya 200 lembar itu, nangis-nangis bombay gak jelas sambil sesekali yah..menghujat mantan. Ha ha ha.
Menurutku sendiri, wajar kita sedih ketika patah hati. Nangisin mantan, menghujat mantan, merasa harimu mendung, hujan badai, angina topan puting beliung, itu boleh. Tapi cukup beberapa hari. Jangan berbulan-bulan. Bahkan bertahun-tahun. Jangan. Kalo Bahasa Jawanya sih, lapo ngunu?
Ada seseorang yang aku kenal sangat dekat. Ia pernah gagal menikah, padahal hitungannya bentar lagi nikah. Calon istri juga udah akrab sama keluarga bahkan tanggal menikah pun sudah ada. Suatu ketika, ketika orang-yang-kukenal-baik ini pergi keluar kota bekerja, calon istrinya ini diperkosa orang lain. Calon istrinya hamil anak orang. Orang-yang-kukenal-baik ini jelas patah hati banget apalagi udah pacaran 4 tahun lebih, udah siap nikah, eh gitu. Dan setelah dipertimbangkan pun, akhirnya ia memutuskan untuk tidak menikah dengan si cewek ini.
Pertanyaannya, bagaimana nasib orang tersebut sekarang setelah mengalami hal tersebut?
Nasib orang tersebut sekarang, ia bahagia. Ia menemukan wanita baik lain, hidup dalam keluarga berkecukupan, punya 3 orang anak perempuan yang cantik-cantik, walaupun anak keduanya tidak tau diri. Ha ha ha.
Coba kalau orang tersebut patah hati berkepanjangan, trauma untuk nyari cewek lain, memutuskan benar-benar tidak menikah, lalu akan jadi apa dia sekarang? Apa dia bakal punya keluarga yang baik dan menyayangi dia?
Intinya adalah, saat patah hati, bakal ada matahari kok, nggak bakal selalu mendung. Tergantung kitanya gimana. Mau ada matahari nggak? Atau mau hujan terus?
Walau patah hati itu sakit, memang kita tidak pantas bahagia? Kan kita semua punya hak yang sama sebagai manusia. Pantas bahagia. Tapi kita yang memutuskan mau bahagia atau tidak.
Lalu kalo kebahagiaan kita hanya direnggut hanya oleh satu manusia, sayang banget. Padahal kita hidup buat diri kita sendiri, bukan buat satu manusia itu. Dan memang untuk menyembuhkan patah hati itu gak susah memang. Aku pun salah satu orang yang terhitung sulit move on. Tapi bukan berarti kita nggak bakal nemu orang yang tepat kan? Perbanyak relasi, membuka diri dengan orang lain, menambah insight baru mengenai berbagai hal di dunia, dan kamu bakal segera melupakan dia, dengan catatan, jangan membuat label dalam pikiranmu seperti, "Hanya dia orang yang tepat dalam hidupku", "Semua cewek/cowok sama jahatnya kayak dia." de el el.
Kamu bukan Tuhan btw. Siapa yang tahu kalau emang Tuhan bakal ngasih orang yang bener-bener baik buat kamu, kan? Ngapain kamu meramal-ramal masa depanmu kelak kalau kamu tidak bakal ketemu orang baik atau meramal kalo orang yang kamu kehilangan adalah jodohmu?
Buat kamu yang lagi patah hati sekarang, jangan lama-lama patah hatinya. Kalau patah hatimu berkepanjangan, kamu akan menutup peluangmu sendiri untuk mendapatkan orang yang tepat. Tapi kalau kamu bisa menerima kegagalan terkait masalah percintaan di masa lalu, kamu bakal kembali berusaha untuk bersama orang yang sayang sama kamu. Ingat, jodoh di tangan Tuhan tapi Tuhan gak bakal ngasih cuma-cuma lah yah kalo memang kamu nggak usaha dapatin dia. Boneka di mesin yang ada capit-capitnya (oke, aku lupa namanya apa huahahahahahhaha..) itu aja butuh usaha buat dapatin, masa jodoh dikasih cuma-cuma? Ha ha ha.

Iyaa bener juga sih,tapi apa yang harus kita lakuin bila kita suka sama seseorang yang bener" kita sayang tapi dia sendiri belum tahu bagaimana perasaannya kepada kita?untuk melepaskan adalah hal yang sangat berat apalagi untuk merelakan,karena mau ngelakuin apapun dalam kasus saya saya akan mengingat dia(orang yang saya sukai) walaupun itu adalah hal yang biasanya bisa membuat saya melupakan dunia seperti tidur saja contohnya...banyak orang bilang bahwa tidur akan membuat kita melupakan masalah kita walaupun sementara,tapi bagaimana jika walaupun tidur saya juga kepikiran dan mimpi tentang dia?saya tau terkadang ini terdengar egois,saya ingin dia bahagia tapi aku tidak yakin apabila dia dengan saya akan bahagia,tapi di sisi lain saya merasa ingin menjadi orang yang membahagiakan dia....saya ingin berada disisinya selalu walaupun tidak diperlukan hal khusus seperti karena ada perlunya saja,saya menikmati waktu bersamanya,namun saya benar" takut kehilangan dia.....jadi apa yang harus saya lakukan?
BalasHapus