The Modern Sleeping Beauty

Halooo...

Hahaha...saya kembali lagi. Jeng jeng jengg...sudah ke. Sudah cukup gejenya. Oke, sekarang apa yang mau saya bagikan ya? Beberapa hari yang lalu sih, sudah sok-sok bijak. Hari ini saya nyeritain aibku saja lah. Biar para viewers juga terhibur sesekali. Huahahaha...

Sebenarnya, bagi teman-teman SMA yang pernah sekelas denganku dulu, atau teman-teman kuliah yang satu ruangan denganku sudah mengetahui hal ini. Yap, hal tersebut adalah bagaimana seorang Keke dapat dengan mudahnya tertidur dalam segala situasi yang mendukungnya untuk tidur. Huahaha...dan hal ini nggak terjadi hanya di waktu SMA. 

Kata Mama sih, bisa tidur dengan mudah itu anugerah dari Tuhan. Saya sendiri sering ngeluh sama Mama saya dengan kebiasaan dan hal yang dianggap "anugerah" sama Mama ini. Pasalnya, saya sudah kena berbagai masalah menyangkut hal ini. Sewaktu SMP, Mama saya kadang dipanggil sama guru-guru di sekolah saya karena anaknya yang manis nan unyu ini (sudah ke. Ntar semakin banyak jumlah penderita diare di dunia ini karena pengakuanmu) sering tertidur di kelas. Saya sendiri sampai saat ini nggak tahu apa yang dikatakan guru saya, yang jelas hal itu membuat Mama saya ngoceh panjang x lebar x tinggi dan itu yang membuat saya sebagai anak kecil yang baru mengalami pubertas merasa jengkel dan ingin balas dendam pada guru saya. 

Jadi, karena pernah tidur di kelas bahkan pernah pingsan sewaktu upacara bendera, saya mulai dibiasakan tidur lebih awal. Jam 10 malam. Mungkin bagi anda yang biasa tidur jam segini, jam 10 merupakan waktu yang mudah untuk tidur, bukan? Tetapi menurut saya tidak demikian. Bukan karena saya penderita insomnia, Dan bukan pula saya satu spesies dengan binatang nokturnal lainnya. Tapi menurut saya, malam hari adalah waktu yang tepat untuk melakukan berbagai aktifitas. Hahaha...dan karena Papa saya bekerja di luar kota, dulu waktu kecil, saya senang waktu Papa saya berangkat kerja, karena nggak ada yang galak-galak di rumah. Mama juga biasanya tidur lebih awal dari saya. Jadi biasa, kalo Mama udah mulai ngeronda kayak keluar kamar tiba-tiba dan mengecek apakah lampu kamar saya sudah padam atau tidak, dan ketika saya kedapatan belum tidur, yah itu. Kena omel lagi. Maklum yah, ibu rumah tangga. Saya pun mungkin bakal demikian. Dan mungkin saya juga bakal kasihan dengan anak saya nantinya. Oke Ke, fokus ke topik pembicaraan. Karena itu, dengan otak saya yang cerdas, saya mematikan lampu kamar, memastikan Mama mengira saya tidur. Dan setelah itu, saya ngumpet di bawah bedcover lalu mulai main hp dan main laptop. Hal ini pula yang terus saya biasakan hingga saat ini, begitu saya pulang kampung. Huahahaha...

Tetapi, Papa saya punya caranya sendiri untuk mengecek apakah anak keduanya ini sudah taat apa belum pada perintah orangtuanya. Jadi, kalo Papa pulang, kadang-kadang Papa bisa dengan seenak perutnya masuk ke kamarku, karena waktu itu saya dilarang kunci kamar. Kalau kunci kamar, pasti orangtua saya curiga saya melakukan sesuatu yang nggak-nggak. Walau nyatanya gitu sih. Tapi saya ngunci  kamar bukan karena nonton bokep atau ngegame -________- tapi biasanya kalau saya lagi ngambek sama orangtua atau saya memang masih belum tidur. Dan kalo udah gitu, pas Papa masuk tiba-tiba dan saat itu saya lagi asyik main laptop, saya hanya bisa memasang sebuah sandiwara. Pura-pura ketiduran di depan laptop. Ceritanya tugasnya banyak gitu. Tapi tugas apa coba yang dikasih buat anak SMP sampai anak SMP ketiduran?Huahahahahahaha....kalau nggak, saya paling cuma nyengir ke Papa saya, nunjukkin muka saya yang paling manis, niatnya biar Papa luluh terus malah muji saya gitu,"Duh, Papa beruntung deh punya anak semanis kamu." Tapi yang terjadi tentu saja di luar harapan. Papa marah saya, dan malah mengancam saya akan menyita sebagian jiwaku tersebut, yaitu laptop dan hp. 

Tapi tetep saja, walau saya tidur cepat pun, ternyata tidak terlalu berefek. Saya tetap tidur di kelas. Untuk pelajaran tertentu. Terutama Matematika. Dan saya pun tetap tertidur sekalipun itu di bangku yang paling depan. Dan sekalipun yang mengajar saya adalah Kepala Sekolah saya sendiri. Luar biasaaa..huahahaha...tapi karena saya mampu membuat nilai saya bagus di sekolah, komplain guru-guru mengenai kebiasaan saya ini pun lama-lama berkurang. Hahahaha... 

Dan tidak hanya di kelas hal itu terjadi. Saya juga sering tertidur di kamar mandi ketika saya baru bangun pagi. Yah, namanya juga habis ngeronda menjaga kamar dari pasukan negara api (apa sih ke), pas mau mandi pun saya ngerasa ngantuk banget sehingga tanpa saya sadari, saya tertidur dalam posisi berdiri, dengan kepala yang tidur di atas mesin cuci. Hebat bukan? Bahkan kadang saking ngantuknya, saya bisa tidur sambil jongkok gitu -________- Dan lagi, saya tuh bisa tidur di angkutan umum sampai teman Mama saya berkomentar betapa pulasnya saya tidur, dan Mama saya pun menimpali bahwa dari ketiga anaknya, saya yang paling mudah tidur. 

Kebiasaan ini pun tetap berlanjut hingga SMA, bahkan semakin parah. Di kelas  10, saya biasa saja, Nggak terlalu sering tidur, cuma pelajaran Matematika saya tidurnya. Tapi karena guru Matematika saya adalah Wali Kelas saya sendiri, dan ia begitu baik hati, ia hanya membangunkan saya sambil bercanda. Berbeda dengan guru Sejarah saya dulu. Guru Sejarah saya ini bisa dibilang ketika lagi mood jahil, dia bisa menjahili muridnya. Mungkin dulu ia adalah murid yang terbully juga, sehingga sewaktu gede melampiaskannya pada murid-muridnya. Hahaha...jadi, saya pernah dilempari kertas yang dikucel-kucel terus dibentuk bola gitu ketika saya tidur. Saya kaget dan menoleh kalau Si Bapak Guru Sejarah sedang mengetawai saya. Malu diketawain, saya cuma bisa nyengir. Pinginnya ngajak perang lempar-lemparan bola kertas, tapi ntar gak lucu kalau yang dilempar malah kertas ulangan sejarah saya, jadi saya nggak jadi ngajak bapaknya perang bola kertas.

Dan ketika di kelas 10 saya dilempari bola kertas sama Si Bapak Guru Sejarah, di kelas 12 saya pun pernah kena lempar dari guru yang berbeda. Si Ibu Guru Kimia. Dan barangnya pun semakin berkembang. Dan tentu saja bukan bola kertas, tetapi penghapus papan tulis. Dan lebih tentu saja, dia tuh setelah ngelempar itu nggak ngetawain saya, melainkan malah mengomeli saya yang membuat saya ingin balas melempar penghapus ke arahnya, tapi saya takut karena nilai Kimia saya di ambang kematian saat itu. 

Mundur kembali, di kelas 11, hampir setiap mata pelajaran IPA saya tidur di kelas, kecuali Fisika karena gurunya walau lucu, tapi sekali galak, mungkin anda akan menyesali seumur hidup anda bahwa anda pernah mencari masalah dengannya. Tapi sesekali, saking expertnya saya dalam hal tidur di kelas, saya pun pernah tidur di jam guru tersebut, dan saya sama sekali tidak bermasalah dengan guru tersebut hingga saat ini. Bahkan, di kelas 11 pun, pelajaran yang paling saya sukai yaitu Biologi pun, saya pernah tidur ketika jam tersebut berlangsung. Teman saya bahkan pernah bertanya mengapa saya sering banget tidur di kelas, dan saya pun menjawab dengan mata berkaca-kaca dan nada seperti orang cerdas, bahwa saya curiga memiliki gangguan pada haemoglobin darah saya, sehigga tidak mampu mengikat oksigen yang berujung pada rasa mudah lelah dan rasa ngantuk (walau sebenarnya, saya pun tidak bisa mendiagnosanya sampai saat ini dan saya menganggap bahwa saya memiliki darah rendah). Tentu saja pengakuan itu membuat iba teman saya. Hahahahahaha... 

Kembali ke kelas 12. Yah, kelas 12 semua mata pelajaran IPA bahkan semua mata pelajaran saya saat itu, saya pasti pernah tidur di kelas. Tentu saja yang paling sering adalah Matematika. Entah mengapa Matematika adalah obat tidur yang paling ampuh buat saya hingga detik ini.

Karena kebiasaan itu lah, saya sempat didaulat teman-temanku sebagai nominasi yang paling sering tidur di kelas untuk Prom Night. Tapi untungnya saya tidak lolos sebagai nominator, sehingga nama baik saya tetap bersih bagi anak-anak yang tidak pernah sekelas dengan saya. Dan saya teringat pula, ketika kelas 11, di saat Guru BK saya menyuruh kami menulis surat untuk teman sekelas, saya memperoleh lumayan banyak surat yang saya asumsikan sebagai surat yang mendukung saya untuk bisa mengatasi tidur di kelas. Dan saya bertekad, selama kuliah ini, saya tidak akan tidur di kelas.

Tapi apa daya hayati ini bang, saya tetap tak bisa menghilangkan kebiasaan yang sudah mendarah daging ini -_______-
Di kelas, saya sering banget tidur. Dan beberapa teman dekatku pun mulai merekam diriku yang tertidur tersebut, lalu menguploadnya di snapchat. Sedih. 

Yah, begitulah saya. Oleh sebab itu, saya menjuluki diri saya sendiri sebagai The Modern Sleeping Beauty. Tapi begitu teman-teman dekat saya mendengar sebutan itu, mereka malah berkomentar harunya The Modern Sleeping Beast. Sedih. 

Ya sudah lah, saya akhiri dulu post hari ini. Btw, berhubung saya anak psikologi, saya membuka jasa konsultasi. Hohoho...yang berminat bisa comment di bawah atau menghubungi cp yang bersangkutan. Hohoho...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

If it belongs to you, it will be yours.

Kamu dan Kenangan di Hari Kemarin

Tentang Dia dari Tiga Tahun yang Lalu