Drama Between Us

Aku punya seorang teman. Kita samarkan saja namanya menjadi Kenichi. Kalau anda bertanya-tanya mengapa aku menyamarkan namanya menjadi nama itu, saya hanya akan menjawab,"Hanya nama itu yang tiba-tiba terlintas di kepalaku.". Lanjut, ada apa dengan Kenichi sebenarnya?

Kenichi adalah salah satu otaku (penggemar anime, manga, game dengan gambar/animasi khas Jepang) di kelasku. Lalu, apa yang salah dengan seorang otaku? Tidak ada. Karena aku juga seorang otaku. Kkk~
Tapi aku serius, tidak ada yang salah untuk menjadi seorang otaku. Namun, Kenichi berbeda dengan teman-temanku yang lain di kelas. Dia benar-benar otaku kelas berat (walaupun aku juga tidak pernah tahu ada istilah seperti itu. Hahaha...). Maksudnya, dia benar-benar ngefans berat sama anime atau manga Jepang gitu, selalu up to date mengenai hal-hal itu. Dia mengetahui bahwa aku juga adalah seorang otaku, bersama dengan seorang sahabatku (kita samarkan namanya menjadi Shizuka). Oke, kita akan melenceng dari topik otaku kelas berat. Aku akan membahas lebih dalam mengenai sosok Kenichi.

Kenichi adalah salah satu murid yang menurutku sebenarnya cerdas di suatu bidang tertentu, seperti komputer dan fisika. Tidak heran, ia kelak ingin masuk jurusan IT saat kuliah nanti. Ia sosok yang tampak pendiam di kelas, namun bisa begitu agresif saat sedang marah. Dengan sifatnya yang demikian, teman-teman sekelasku sering mem-bully dia. Namun, aku dan Shizuka sebenarnya tahu Kenichi orang yang seperti apa. Karena aku, Shizuka, dan Kenichi adalah otaku yang tergabung dalam grup otaku yang sama di sekolahku, Kenichi sering berhubungan denganku dan Shizuka. Awalnya, kami sering membahas mengenai anime/manga bersama. Yah, awalnya menyenangkan..

Tapi lama kelamaan, aku merasa Kenichi semakin agresif. Bukan, dia nggak menghancurkan kelas saking agresifnya dia. Hanya saja, cara ia bergaul denganku dan Shizuka. Mungkin di benaknya, aku dan Shizuka adalah teman baiknya sehingga terkadang, ia melakukan tingkah aneh seperti dance ala kucing di hadapanku dan Shizuka, tapi tentu saja disaksikan oleh sahabat-sahabatku yang lain. Mereka mengatakan, bahwa Kenichi menyeramkan saat melakukan itu, dan hanya tampak semakin freak. Aku dan Shizuka hanya sedikit berkomentar mengenai itu.

Hari demi hari. Kenichi semakin sering di-bully oleh teman-temanku karena mereka menganggap Kenichi begitu freak. Banyak keluhan mengenai dia. Malas kerja kelompok lah, suka ngamuk-ngamuk lah, dan lain sebagainya. Aku tidak memungkiri hal tersebut, karena hal itu benar adanya. Dan mengenai Shizuka...ia diledek teman-temanku kalau Kenichi menyukainya. Mungkin kalau kalian melihatnya secara langsung, kalian akan berpikiran sama. Seperti yang aku katakan di paragraf sebelumnya bahwa Kenichi semakin agresif, salah satu tingkahnya yang membuatku berpendapat begitu adalah dengan mendekati Shizuka. Aku tidak tahu apa motifnya. Apa karena Kenichi benar-benar menyukai Shizuka atau apa, aku sama sekali tidak tahu. Namun, hal ini membuatku sedih. Jujur. Shizuka adalah salah satu sahabat yang begitu dekat denganku. Tentu saja aku sebenarnya tidak menyukai adanya gosip ia dan Kenichi, karena perlahan-lahan, menganggap Kenichi freak akibat pengaruh teman-temanku, dan Shizuka bisa dibilang adalah salah satu cewek yang nyaris sempurna (karena menurutku di dunia ini tidak ada yang benar-benar sempurna. Hahaha...). Ia salah satu murid tercerdas di kelasku, bahkan saat tugas kelompok di mana kami diperbolehkan memilih anggota kelompok sendiri, teman-teman sekelasku (cowok) sering memperebutkan dia untuk menjadi salah satu anggota kelompok mereka, bahkan pernah ada kejadian lucu di mana ada beberapa anak cowok di kelas yang berebut ingin duduk sebangku dengannya (entah anak-anak cowok itu pada dasarnya malas dan Shizuka sendiri tergolong murid yang rajin sehingga mereka dapat memanfaatkan Shizuka, atau dengan niat tulus ingin minta diajari Shizuka. Tapi aku cukup yakin, mereka adalah pilihan pertama). Shizuka juga adalah murid yang mudah bergaul, bahkan awal bertemu dengannya, aku bisa begitu akrab dengannya. Selain itu, dia ternyata pandai olahraga, terutama marathon. Memang larinya tidak bisa dibilang sangat cepat, tapi urusan lamanya ia berlari, anda akan tercengang. Teman-temanku bahkan sering bertanya padanya, apakah ia cewek atau cowok, sebab ia tidak tampak kelelahan berlari di saat teman-teman cewekku sudah terkapar di lantai karena kelelahan berlari. Ia juga ahli dalam senam lantai yang dasar, seperti kayang dari berdiri, roll depan dan belakang, juga sikap lilin. Aku sering meminta pengajaran darinya, seperti Matematika, Fisika, Kimia, senam lantai, dan hal-hal yang kubingungkan. Dan Shizuka dengan senang hati mengajari itu semua padaku. Shizuka juga menurutku cantik dan sangat baik hati. Itulah hal yang membuatku tidak suka ada gosip mengenai Shizuka dan Kenichi.

Perlahan-lahan, hubungan Kenichi dan Shizuka semakin renggang. Dan aku menjadi salah satu pemeran penting dalam drama mereka. Kenichi sering bertanya padaku, mengapa Shizuka akhir-akhir ini menghindarinya. Dan aku pun, bertanya pada Shizuka mengenai hal ini. Setelah mengetahui hal yang sebenarnya, kini aku merasa peranku begitu sulit. Aku sulit mengatakan pada Kenichi hal terperincinya. Aku hanya mengatakan hal yang kuanggap tidak akan begitu menyakitkan hati Kenichi.

Dan aku tidak menyadari, kedekatanku dengan Kenichi menimbulkan gosip di antara sahabat-sahabatku. Sekarang, aku yang mulai diserang. Dilema memang. Jujur, dengan pendapat teman-teman bahwa Kenichi adalah orang yang freak, aku malah ikut-ikutan mulai menghindari dia. Aku pernah membentaknya, mengacuhkan dia. Bahkan kalau dipikir-pikir, mengapa aku harus membentaknya padahal dia tidak salah? Aku tahu, aku bodoh. Di sisi lain, saat kubentak Kenichi ataupun mengacuhkannya, ia hanya diam, kadang aku melihat sorot matanya yang tampak tidak suka, namun aku tahu aku memang salah. Seandainya Kenichi adalah orang yang buruk, ia bisa saja membalas sikapku dengan bentakan di hadapan semua orang, tapi itu tidak ia lakukan.

Kudengar dari salah seorang sahabat dekatku, saat kelasku melakukan retreat, sahabat dekatku ini sekelompok dengan Kenichi. Dan Kenichi bercerita, bahwa ia dulu pernah di-bully oleh teman-temannya sewaktu kecil. Aku mendengar cerita lain dari sahabatku yang lain, yang adalah teman SD Kenichi bahwa teman-teman Kenichi sering mem-bully Kenichi karena sifatnya yang katanya suka menuduh orang tanpa alasan, dan tampangnya yang membuat orang lain kesal melihat wajahnya. Aku tahu, sikap Kenichi di masa lalu buruk, tapi dengan mem-bully dia hingga SMA akan membantunya menjadi sosok yang baik? Mungkin dalam pelajaran sosiologi, hal ini akan menimbulkan efek jera pada pelakunya. Tapi tentu saja akan mempengaruhi kepribadian Kenichi yang tertutup.

Lalu, bagaimana dengan hubunganku dan Kenichi sekarang? Tampaknya baik-baik saja. Aku tahu aku sering melakukan hal yang buruk sebagai teman untuknya. Semua orang membutuhkan teman. Saat Kenichi benar-benar menganggapku sebagai teman, kenapa aku harus menolaknya tanpa alasan yang jelas? Mungkin akan menimbulkan efek negatif untukku seperti akan digosipkan oleh teman-temanku. Walaupun mungkin teman-teman menganggapnya freak, tidak ada salahnya kan, untuk mencoba melihat seseorang dari sudut pandang lain-bukan sebagai seorang freak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

If it belongs to you, it will be yours.

Kamu dan Kenangan di Hari Kemarin

Tentang Dia dari Tiga Tahun yang Lalu