Memang Kenapa dengan Daerah Asalku?
SARA. Yap, dari dulu sampai sekarang, masalah SARA itu nggak akan pernah hilang di tengah-tengah masyarakat, walau bentuknya pun, berbeda-beda.
Dan aku pun, pernah mengalaminya.
Dan beberapa teman dekatku, pernah mengalaminya.
Aku berasal dari daerah yang cukup jauh. Aku nggak perlu menyebutkannya. Yang jelas, saat aku melakukan survey kecil-kecilan pada beberapa orang, semua orang terkejut saat mendengar asalku darimana. Dan saat kalian melihat foto di blogku pun, mungkin kalian juga akan terkejut saat mengetahui asalku dari mana.
Suatu ketika, saat aku baru menggunakan BB, aku mendapat broadcast yang isinya tentang promote-promote teman gitu. Nah, iseng-iseng, aku nyoba tuh invite orangnya. Dan dia pun menerima 'ajakan pertemananku'. Sebut saja dia X. Si X ini kemudia nge-chat aku. Yah, mungkin niatnya memang ingin berkenalan denganku. Dan sebagai orang yang baik hati dan nggak sombong *dilempar pake sendal* aku membalasnya dengan bahasa super sopan (iya tahu, alay memang. Wkwkwk..). Dan akhirnya, dia pun bertanya asalku darimana. Dengan jujur, aku pun mengatakan asalku dengan lengkap. Well, dia pun bertanya lagi, seolah-olah memastikan aku memang berasal dari daerah asalku. Aku pun kembali menjawab dengan jujur dan apa adanya. Dan setelah itu, ia tidak membalas chatku. Yang mengejutkanku, ternyata dia sudah menghilang dari kontak BBMku. Singkatnya, aku dihapus dari kontaknya. Aku tersinggung. Bukannya gimana, tapi aku merasa, dia menghapusku karena mungkin dia merasa aku bukan dari daerah yang 'elit'. Dan mungkin yang ada di pikirannya, aku adalah keturunan asli dari daerahku, walau sebenarnya, bisa dibilang aku ini pendatang. Aku rasa, mungkin seandainya kalian sepertiku, kalian bakal tersinggung, kan?
Kejadian lain, terjadi pada dua orang temanku. Mereka bersekolah di luar kota, jauh dari daerah asal kami, begitu pula denganku. Di saat yang berbeda, mereka berdua curhat padaku tentang teman-teman kelas mereka. Ada beberapa teman kelas mereka yang menganggap mereka tidak 'selevel' dengan mereka karena asal mereka. Dan untungnya, disini, aku nggak diperlakukan seperti itu. Dan aku cukup bahagia disini karena teman-temanku cukup banyak. Hehehe...
Pernah, sewaktu aku mengikuti lomba tingkat nasional, temanku yang berasal dari daerah lain malah bertanya padaku tentang pertanyaan-pertanyaan yang menurutku nggak penting dan ada sedikit kesan menyindir daerahku. Dan aku yakin, di dunia ini nggal ada tuh yang mau daerah asalnya dijelek-jelekkan. Bener, gak?
Terkadang, aku berpikir, kenapa sih, masih ada beberapa orang yang berpikiran begitu picik mengenai daerah asal orang lain? Apa mereka nggak tahu kalau setiap provinsi di Indonesia itu terdiri dari berbagai etnis suku? Apa mereka nggak pernah belajar PKn kalau dalam satu provinsi di Indonesia itu terdiri dari berbagai macam suku, bukan cuma satu suku saja? Apa benar di Indonesia itu semua orang sudah menerapkan prinsip Bhinneka Tunggal Ika? Kalaupun benar, kenapa masih ada orang-orang yang berpikiran sempit tentang daerah asal orang lain dan seolah-olah menganggap daerahnya itu yang paling benar?
Aku kesal dengan orang-orang demikian. Mungkin, mereka tidak menyadari bahwa perbuatan mereka itu justru merupakan bibit-bibit yang akan menyulut perang yang berbau SARA. Aku cuma bisa berharap, bahwa orang-orang demikian bisa menyadari perbuatannya..

Komentar
Posting Komentar