Ayo Move On!
Pernah gak kamu dapat nilai merah, tapi teman-temanmu yang biasanya nilainya lebih rendah dari kamu nilainya nggak merah alias tuntas? Dan yang dapat nilai merah itu hanya sekitar sepuluh orang dari empat puluh orang. Gimana rasanya? Sakit hati, kan? Yah, itulah yang sekarang sedang kualami.
Ulangan sejarahku dapat nilai merah, sedangkan yang biasanya nilainya lebih rendah dariku saja bisa dapat seratus. Saat itulah aku benar-benar terpuruk. Seharian, aku lebih sering diam dan merenungi nilaiku. Beberapa teman dekatku yang nilainya di atasku berusaha menghiburku, tapi aku mengacuhkannya. Aku benar-benar ingin diam, ingin sendirian. Sendirian menangisi nilaiku. Pulangnya, aku langsung nangis. Pikirku, yang dibawahku saja nilainya bisa lebih bagus, kenapa nilaiku bisa rendah banget?
Yah, kalo kupikir-pikir, apa yang kulakukan kemarin sebenarnya nggak ada gunanya banget. Menangis, murung, dan mengacuhkan teman-temanku, sama sekali nggak akan menaikkan nilai sejarahku yang nggak tuntas jadi tuntas. Aku hanya akan dicap yang aneh-aneh sama teman-temanku, mungkin. Mungkin aku bakal dicap si 'Pemurung' atau orang yang kalo lagi bete tampangnya seram. Jadi, yang seharusnya kulakukan itu move on; bangkit dari keterpurukan. Bagaimanapun nilaiku, aku nggak boleh terpuruk terlalu lama, kan? Terpuruk terlalu lama malah akan mempengaruhi nilaiku yang lain. Jadi so, kalo nilai jelek, itu kan pertanda, kita masih harus belajar lebih banyak lagi. Dan kejadian kemarin membuatku termotivasi agar bisa menjadi lebih baik dari teman-temanku..:)
Ulangan sejarahku dapat nilai merah, sedangkan yang biasanya nilainya lebih rendah dariku saja bisa dapat seratus. Saat itulah aku benar-benar terpuruk. Seharian, aku lebih sering diam dan merenungi nilaiku. Beberapa teman dekatku yang nilainya di atasku berusaha menghiburku, tapi aku mengacuhkannya. Aku benar-benar ingin diam, ingin sendirian. Sendirian menangisi nilaiku. Pulangnya, aku langsung nangis. Pikirku, yang dibawahku saja nilainya bisa lebih bagus, kenapa nilaiku bisa rendah banget?
Yah, kalo kupikir-pikir, apa yang kulakukan kemarin sebenarnya nggak ada gunanya banget. Menangis, murung, dan mengacuhkan teman-temanku, sama sekali nggak akan menaikkan nilai sejarahku yang nggak tuntas jadi tuntas. Aku hanya akan dicap yang aneh-aneh sama teman-temanku, mungkin. Mungkin aku bakal dicap si 'Pemurung' atau orang yang kalo lagi bete tampangnya seram. Jadi, yang seharusnya kulakukan itu move on; bangkit dari keterpurukan. Bagaimanapun nilaiku, aku nggak boleh terpuruk terlalu lama, kan? Terpuruk terlalu lama malah akan mempengaruhi nilaiku yang lain. Jadi so, kalo nilai jelek, itu kan pertanda, kita masih harus belajar lebih banyak lagi. Dan kejadian kemarin membuatku termotivasi agar bisa menjadi lebih baik dari teman-temanku..:)
Komentar
Posting Komentar