Mmm..Hidup dalam Kenyataan?

Akhir-akhir ini, aku seneng banget nonton drama Korea. Sebenarnya aku dari dulu udah suka, sih. Cuma akhir-akhir ini aku merasa aku telah menghabiskan beberapa drama Korea dalam waktu yang cukup cepat, tidak seperti biasanya selama di kuliah. Entah aku yang merasa terlalu menganggur, atau karena aku tidak menyadari kalau aku menelantarkan beberapa hal selama nonton drama Korea. He he he.

Dan karena hobiku akhir-akhir ini, aku jadi menyadari satu hal.

Kenapa aku suka drama Korea?

Yah, di samping pemainnya cakep (banget) dan jalan ceritanya yang terkadang membuatku gregetan hingga tak kuasa untuk menekan tombol close di pojok kanan layar, ternyata ada hal lain yang membuatku suka.

Drama Korea membuatku teralihkan dari duniaku sendiri.

Mungkin kamu juga merasakannya, atau mungkin cuma aku doang yang merasakannya, tapi itu yang sebenarnya aku rasakan. 
Ketika aku menonton drama Korea, aku jadi berfokus untuk 'sok mencampuri' kehidupan para karakter di drama itu dengan cara ngomen dan ngehujat setiap tindak tanduk para pemainnya dan keadaan yang dihadapi pemainnya, bahkan terkadang bisa jatuh cinta dengan pemain dari drama itu sendiri. Ha ha ha.

Dan biasanya, setelah lelah menonton drama dalam durasi yang cukup lama, aku akan membuka hape, dan mulai 'tertampar' oleh kenyataan yang ada. Kenyataan bahwa, sakingfokusnya aku dengan drama-dramaan yang kutonton, aku sampai mengabaikan 'drama' dalam hidupku sendiri. Ha ha ha.

Sebenarnya, siapa sih yang nggak suka hidup dalam fantasi? Membayangkan hidup di 'surga' buatan kita, dikelilingi hal-hal menyenangkan dan gak ada yang mengusik pikiran kita. Semua berjalan sesuai yang kita mau. Semua orang memahami dan menyayangi kita. Kita bisa menjadi apa yang kita mau dan menyenangkan orang-orang di sekitar kita. Bener, gak?

Tapi kenyataannya gak gitu.

Kenyataannya adalah hidup nggak seperti itu. Apa yang kita rencanakan bisa gagal, bahkan mungkin aja yang kita rencanakan lebih banyak gagal dibandingkan yang berhasil. He he he. 
Kita seringkali kecewa terhadap orang lain karena mereka tidak sesuai dengan apa yang kita ekspektasikan terhadap mereka. Bahkan ada pula yang tidak suka terhadap kita, ngomongin kita di belakang, tertawa atas kegagalan kita.
Kita tidak bisa selangsing Kendall Jenner walau udah berjuang diet, atau kita udah kerja mati-matian tapi tidak bisa menjadi seperti Suri Cruise yang kaya raya sejak lahir walau mungkin ia tidak pernah merasakan yang namanya berjuang nyari uang.

Lalu pertanyaannya, dari aku sendiri, apa aku sering ingin lari dari kenyataan?

Jawabannya: Ya iya lah.

Akhir-akhir aku nggak tahu kenapa mesti saja ada hal yang kupikirkan hingga membuat rambutku lebih banyak rontok dari sebelumnya (malah curhat hiks :"). Entah kuliahku, entah masa depanku, entah teman-temanku, atau bahkan orang-orang yang bukan temenku pun kadang jadi bahan pikiran. Dan beberapa orang yang kuceritakan masalah ini malah menanggapi, 'Kok hidupmu banyak drama yah?', walau sebenarnya aku juga suka nonton drama, yah aku juga gak pingin lah yah hidup dalam drama -.- 
Kalau di psikologi, dijelaskan ada 2 jenis respons dalam menghadapi stress, yaitu: fight or flight. Dan aku ini cenderung ke flight alias kabur kalau bisa. He he he. Tapi yah, akhirnya aku tahu aku nggak mungkin kabur terus dan ngalihin pikiranku ke drama Korea dan berusaha mengabaikan realita yang ada di depanku hingga akhirnya, aku milih fight sampai berdarah-darah. Huahahahahaha...

Mungkin kalian sama denganku.

Mungkin kalian bakal selalu milih flight kalo opsi itu selalu ada. 

Mungkin kalian berusaha tinggal dalam fantasi dan mengabaikan kalau kalian sebenarnya hidup dalam realita. Mungkin.

Tapi bagaimanapun, kita memang harus menghadapi realita.

Yah, aku ngomong ini kedengarannya seperti gampang yah, seolah aku tidak pernah mengalami bagaimana berjuang di tengah kejamnya hidup, tapi percaya lah, aku pernah mengalami masa dimana aku juga ingin bunuh diri atau menghilangkan eksistensiku dari muka bumi. Pernah kok, saking stressnya. Tapi ada hal yang kuingat ketika pikiran itu muncul. Seburuk-buruknya realita, sekejam-kejamnya realita, ia akan membuat kita merasa lebih dicintai oleh orang-orang 'berwujud nyata' dibanding cinta yang diberikan oleh orang-orang yang hanya dalam fantasi. 

Selain itu, untuk menjadi orang yang lebih berkualitas atau orang yang lebih dewasa, memang kita harus menghadapi realita. Okeh, kalo kamu memang tidak ingin menjadi lebih dewasa. Itu tidak masalah. Tapi apakah kamu mau menjadi seseorang yang punya kualitas di bawah rata-rata?

Realita melatih kita untuk menghadapi rasa sakit, menderita, dan terluka. Tapi bukankah orang-orang yang sudah tau rasanya terluka akan belajar bagaimana agar ia tidak terluka? Dan itu justru yang melatih kita untuk lebih kuat dari sebelumnya agar tidak merasakan sakit yang sama. Iya kan?

Oke, sudah cukup sok bijaknya Ke. Dan sebagai penutup, aku pingin ngebahas satu quotes yang aku dapat dari film Ready Player One yang kapan hari aku tonton. Aku lupa persis kalimatnya seperti apa, tapi garis besarnya sih:
"Walau kenyataan itu menyakitkan dan mengecewakan, tetapi dari situ lah kita mendapatkan makanan yang layak."

yang kalo kuartikan, setidaknya ada hal yang secara gak langsung harus kita syukuri dalam sulitnya hidup. He he he.

Jadi, semangat yah hidup dalam realita!:)



Komentar

  1. Selain dari itu...mungkin di luar sana akan ada orang yang menerimamu apa adanya,meskipun banyak yang tidak suka padamu pasti minimal ada satu orang yang akan bertahan biat kamu...jika kamu rasa tidak ada setidaknya ada satu orang yang tetap perhatian dan percaya sama km




    Yaitu.....



    (Aku)

    BalasHapus
  2. Do not run away from the bitterness of reality, deal with reality because that's the only way to live in beautiful reality. Failure can happen to everyone who tries.

    If you say you never fail, then that means only one thing, you never try!

    Failure is a part of life, even successful people must have failed. So stop to dramatize your failures and move on.

    Because there are still people who care for you who want to see you succeed in the future. That is..

    Me ^^

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

If it belongs to you, it will be yours.

Kamu dan Kenangan di Hari Kemarin

Tentang Dia dari Tiga Tahun yang Lalu