Love or Lust?

Halooo..
Ini sebenarnya saya nulis ini ketika saya lagi sama sekali nggak dapat inspirasi apa-apa buat ngerjain tugas, dan VOILA! Saya cuma nemu inspirasi buat nulis. Gak penting sih postingan hari ini, tapi setidaknya isinya lumayan bermanfaat yah. Hehehehee...

Sebenarnya akhir-akhir ini saya cukup tergelitik dengan hal ini. Cinta atau nafsu?

Mungkin bagi kalian yang sedang dilanda bunga-bunga asmara, semua akan terlihat seperti cinta. Padahal nggak loh. Dan aku baru menyadarinya setelah putus. Hiks.

Sebenarnya simpel aja sih membedakan apakah pasanganmu itu bener-bener mencintaimu atau hanya bernafsu sama kamu. Orientasinya untuk menyenangkan dia atau kalian. Sudah, itu aja. Saat dia berusaha untuk menyenangkan hatinya, dia akan menuntutmu ini itu. Dengan berbagai alasan. Atau dia memintamu melakukan berbagai hal, yang sebenarnya tidak bermanfaat, dan kamu benar-benar tidak suka, tetapi dia memaksa untuk melakukannya. Saat kamu tidak suka, dia hanya beralasan, "Oh, aku kan cuma mau tau kamu seberapa cinta sama aku atau gak.". Dan kalian yang telah terbutakan oleh cinta melakukan hal tersebut. 

Itu contoh simpelnya.

Ketika saya berpacaran, (mantan) pacar saya meminta saya berfoto. Anehnya, dia tiba-tiba meminta saya berfoto dengan gaya yang seksi. Saya lupa persisnya dia minta seperti apa, dan entah pembicaraan apa yang mengarahkan dia untuk meminta hal tersebut pada saya, saya nurut. Tapi tidak dengan berpakaian mini dan lain sebagainya. Hanya yah, ekspresi saya diminta untuk terlihat 'hot'. Saya mati-matian nggak mau. Jelas aneh lah menurut saya. Dan saya marah-marah padanya. Dan pada akhirnya, kami mencapai sebuah kesepakatan. Cuma ekspresi dan gaya yang memikat cowok. Tidak perlu menggunakan pakaian seksi, tidak perlu embel-embel make up dan lain sebagainya. Dan ini terakhir kalinya saya melakukannya. 

Dan saat saya menulis ini, saya juga mikir,"Oh iya yah. Kenapa saya tetep mau yah waktu itu?". 

Tergambar jelas kan, orientasi dia sebenarnya apa?

Tak ada salahnya jujur kalau kita berusaha membuat pasangan kita bahagia. Tapi apa yang membedakan love dan lust adalah saat itu love, maka jelas orientasimu membahagiakan pasanganmu, sehingga kamupun ikut bahagia. Saat itu lust, maka kamu akan berfokus mencari kebahagiaanmu di dalamnya. Saat kamu tidak menemukan alasanmu bahagia dengannya, maka kamu akan meninggalkannya. Benar?

Temantemanku tercinta, mumpung Keke lagi bijak sekarang, aku cuma mau ngomongin aja sih, perasaan kita akan selalu memburamkan lust sehingga itu terlihat seolah merupakan love, karena itu, tetap gunakanlah logika kalian karena logika akan menjadi swiper di saat pandangan kalian mulai rabun terhadap lust dan love itu sendiri.

Entah atas dorongan apa saya menulis ini. Mungkin salah satu yang membuat saya prihatin sih dengan gaya berpacaran beberapa orang akhir-akhir ini, ketika saya tahu bahwa mereka sudah sangat tersakiti, mereka sudah enough tapi tetep standing still, itu jujur membuat saya agak muak. Mungkin kalian berpikir bahwa saya ini terlihat begitu gampang mengatakannya tanpa merasakannya. Yakan?

Sebenarnya, saya pernah melakukan sesuatu yang saya sesalkan sih sekarang, karena saya telah menganggap lust itu seolah love. Tapi bagaimanapun, lust itu nggak akan pernah menjadi cinta. Apa kamu mau hidup bersama orang yang hanya memiliki nafsu ke kamu tapi nggak mencintai kamu? Orang yang hanya memiliki nafsu ke kamu adalah orang yang bakal ninggalin kamu pertama ketika kamu sudah tidak bisa lagi memenuhi nafsu dia. Mungkin buat kamu yang selalu diancam,"Kalo kamu nggak ngelakuin ini, aku bakal ninggalin kamu." Percayalah, KAMU BAKAL TETEP DITINGGALIN SAMA DIA SUATU SAAT NANTI.

Kenapa?

Karena manusia tidak akan pernah puas. Dan kamu tidak selamanya bisa memuaskan dia. Jadi, dia akan tetep meninggalkan kamu suatu saat nanti. 

Mending, kamu ninggalin deh orang semacam itu. Tinggalin lah dulu secara elegan, jangan membuat dirimu seolah dicampakkan. Tunjukkan pada dia, kalau kamu adalah orang yang layak dicintai, bukan korban dari pemenuhan nafsunya.

Okey, sekian tulisan saya hari ini. Nggak tahu kenapa malah jadi panjang begini :")

Btw, maaf yah kalau ternyata pandangan saya salah. Mungkin kita bisa beradu argumen lewat komen. Terima kasih :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

If it belongs to you, it will be yours.

Kamu dan Kenangan di Hari Kemarin

Tentang Dia dari Tiga Tahun yang Lalu