A Piece of Story About Me (again)

Pernah gak sih kalian berusaha berubah mati-matian hanya untuk mengubah pikiran orang lain terhadap kalian? 
Pernah gak sih kalian berusaha menjadi pribadi yang benar-benar berbeda hanya karena kalian tidak mau dianggap sama seperti diri kalian yang lalu?

Yah..semua hal itu pernah kurasakan. Hahahaha...
Menjadi bagian dari orang yang pernah tersisihkan ketika SMA adalah pengalaman pahit selama masa SMAku. Dan label weird pun telah melekat dalam diriku selama bertahun-tahun. Untuk melepasnya gak gampang. Aku harus berusaha dengan berbagai cara agar tidak terlihat weird lagi selama masa kuliah dan berusaha menciptakan berbagai topeng agar label itu kembali tidak melekat dalam diriku di lingkungan baru.

Yahh..kurasa hal itu cukup berhasil. Aku lumayan sukses untuk menyembunyikan label lamaku itu, walau sesekali label itu muncul ke permukaan karena imageku yang masih berkacamata, rajin ngerjain tugas, dan punya ipk tinggi. Hahahaha...

Dan kukira, aku sudah benar-benar menanggalkan label itu, dan orang-orang yang dulu mencapku seperti itu bakal merubah mindset mereka terhadapku. Ternyata nggak. Dan yang menyakitkan, mereka adalah sahabat-sahabatku sendiri. Yeah, its really dramatic. Hahahahaha...

Hal itu sebenarnya nggak kuketahui dari diri mereka. Cuma asumsi doang. Padahal dalam dunia psikologi, observasi yang benar itu tidak hanya mengandalkan asumsi, tetapi interview ke orangnya langsung #kekengomongapasih. Tapi ya sudahlah. Yang jelas, aku sedih, kecewa pasti, dan lain sebagainya. Pemikiran tersebut bermula ketika aku melihat mereka hangout bareng. Tanpaku. Hahahaha...ini bukan karena berasa sok jadi orang penting lah yaa...tapi trust me, every girl needs to be avowed. Caranya? Diajak hangout bareng. Hahahaha..yah, walau terkesan childish sih, pemikiranku, tapi percayalah, hal itu wajar di usiaku yang masih ada di rentang 'menuju kedewasaan'. 

Hmmm...terus, point dalam tulisanku sekarang ini sebenarnya apa? Pointnya, manusia itu gak sempurna. Termasuk teman. Fake friends tuh udah hal yang lumrah sekarang. Temenmu keliatan baik-baik di depan, not so in behind. Kalian boleh kecewa yang mengalami hal serupa denganku, tapi percayalah, kecewa nggak akan membawa apa-apa. Terimalah mereka sebagai temanmu. Dan ketika kamu berniat untuk berubah, berubahlah karena memang itu mau kalian. Berubah karena memang kalian ngerasa itu lebih baik. Bukan mencari pengakuan. Karena di saat kalian berubah hanya untuk mencari pengakuan dan nyatanya mereka yang kalian harapkan untuk bisa applause terhadap perubahan kalian ternyata NGGAK NYADAR SAMA SEKALI, well, itu bakal nambah luka baru. Dan lagi, ini hal sepele sih, tapi sebisa mungkin, saat kalian menjalin hubungan pertemanan dan kalian tulus berteman, jangan lupa untuk selalu mengajak teman kalian jalan bareng. Hahahahaha...ini hal simpel, tapi percayalah, dengan hal seperti itu, teman kalian akan merasa lebih dihargai.

Well, sekian yang saya sampaikan. Btw, Happy Independence Day. Indonesia udah merdeka, masa kita belum merdeka dari masa lalu? Hahahaha...bye..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

If it belongs to you, it will be yours.

Kamu dan Kenangan di Hari Kemarin

Grace dan Martabak Tengah Malamnya