Me,Him,and Her

  Saat ini, aku sedang menyukai seseorang. Ahahaha...sudah besar yah diriku ini (oke, mulai geje). Dan yah, sebenarnya rasa sukaku ini bertepuk sebelah tangan. Jadi ceritanya, cowok yang aku sukai ini digosipkan menyukai cewek lain. Berdasarkan laporan temanku yang sudah mewawancarai dia, dia sudah nggak suka lagi sama cewek itu. Dan cewek yang sempat ia taksir adalah salah satu teman dekatku. Yaahh...seandainya kalian di posisiku, apa yang kalian rasakan? Wkwkwk...
  Suatu ketika, aku sempat menanyai teman dekatku yang sempat ditaksir cowok yang aku suka. Nah, dari hasil nanya-nanya itu, aku mengambil kesimpulan bahwa cowok yang aku taksir itu nggak menunjukkan tanda tertarik padaku. Hahaha...xD Sebenarnya bukan mau ge-er, tapi cewek kan butuh kepastian, apa perjuangannya mesti dilanjutin atau tidak. Bener, kan? Hahaha...xD Jadi, aku putuskan untuk berhenti dari segala usahaku. Yah, mungkin di mata sebagian dari kalian, cewek yang berjuang "duluan" kan capnya negatif. Tapi, menurutku, seandainya kita nggak berjuang duluan, minimal nggak ngasih kode tapi nggak terlalu mencolok, siapa tahu cowok yang udah kepikiran naksir kita dan mulai naksir kita itu mundur karena kita juga mundur. Pandanganku ini memang ge-er sih. Hahaha...tapi itu yang aku pikirin sih. 
  Beberapa hari yang lalu, aku baru tahu bahwa nampaknya, sahabat dekatku ini naksir sama dia. Yah, bagaiamana pemikiranmu seandainya sahabatmu yang dulunya ditaksir orang yang kamu suka ternyata naksir orang yang kamu suka? Kalau pemikiran kita sama, aku berpikir bahwa aku tampaknya sudah tidak mempunyai harapan. Jadi aku memilih mundur.
*****
  7 November. Hari ulang tahunnya. Aku nggak ingat bahwa hari itu adalah hari ulang tahunnya, padahal aku berencana untuk mengucapkan selamat ulang tahun padanya tepat jam 12 malam. Hahaha...dan aku lupa..-_- jadi, selama pelajaran, aku membuatnya sebuah kartu ucapan sederhana, dari kertas HVS dan aku warnai menggunakan pensil warna. S
  Semenjak saat itu, aku ingin mengiriminya kartu, tanpa nama pengirim. Wkwkwkw...aku sebenarnya merasa bahwa kartu itu adalah media penyampai perasaanku, tapi dengan tidak terteranya nama pengirim, aku merasa bahwa itu hanya sia-sia. Oke, jadi aku berencana ingin benar-benar move on. Doakan semoga aku bisa move on. Hahaha...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

If it belongs to you, it will be yours.

Kamu dan Kenangan di Hari Kemarin

Tentang Dia dari Tiga Tahun yang Lalu