Ceritaku Tentangnya

Hampir semua orang pernah merasakan yang namanya jatuh cinta. Dan setiap orang yang pernah merasa jatuh cinta, pasti pernah merasakan apa yang namanya patah hati.

Yak, dan aku adalah salah satu dari orang yang sedang merasakan jatuh cinta sekaligus patah hati.

Patah hati, dua buah kata yang tidak asing lagi bagi kita. Dua buah kata yang bersangkutan dengan rasa sakit, bukan secara fisik, melainkan batin atau psikologi. Rasanya juga perih. Saat melihat seseorang yang kita sukai ternyata menyukai orang lain, atau sama sekali tidak tertarik pada kita. Dan itulah yang sedang kualami.

Sebut saja namanya si 'I'. Aku dan beberapa temanku menggunakan sebuah sebutan untuknya, yang bertujuan agar orang lain tidak mengetahuinya, dan juga agar nama baiknya tetap terjaga.

Si 'I' adalah teman sekelasku. Jadi, bisa kalian bayangkan kan, walaupun aku patah hati karenanya, dan saat aku nggak ingin melihat wajahnya agar patah hatiku berkurang, aku harus tetap melihat dia karena dia adalah teman sekelasku. Sedikit tentangnya, dia adalah seorang fotografer yang juga pemain basket di kelasku. Sifatnya cuek, walaupun sebenarnya dia itu sedikit usil dan lucu. Aku tidak begitu dekat dengannya. Jarak bangkuku dengannya pun, nggak dekat. Aku hanya bisa duduk di belakang bangkunya pas istrirahat, itupun dengan alasan ngobrol atau mengerjakan suatu hal bersama sahabat dekatku yang duduk di belakangnya. Harapanku dengan melakukan itu sebenarnya cuma satu. Biar aku semakin dekat dengannya. Tapi, harapanku itu semakin jauh dari jangkauanku, sebab dia adalah tipe orang yang lebih suka berada di luar kelas, daripada di dalam kelas. Jadi, otomatis, dengan aku ke bangkunya temanku, aku tetap nggak bisa ngobrol dengannya. Ironis, kan?

Dan satu masalah yang sedang kuhadapi saat ini. Aku merasa punya saingan. Aku merasa, si 'I' sedang dekat dengan temannya yang berasal dari provinsi yang sama dengannya. Sebut saja si 'H'. Si 'H' sering ngobrol dan bercanda dengannya. Terkadang, aku merasa ingin seperti si 'H'. Bisa dekat dengan si 'I'. AKu bahkan sedang berpikir bahwa si 'I' itu tertarik dengan si 'H'. Ironis lagi, kan?

Masalah yang lain adalah, bahwa aku merasa si 'I' itu nggak suka denganku. Oke, nggak suka disini bukan cuma berarti nggak punya perasaan spesial, tapi seperti nggak suka berteman denganku. Ini adalah bagian paling tragis dalam cerita cintaku saat ini.

Aku patah hati.
Aku marah.
Aku sedih.
Aku kecewa.
Dan aku marah pada diriku sendiri yang bisa menyukainya. Aku ingin menyerah dengan perasaan ini. Jujur, aku capek dengan perasaanku, tapi seperti yang aku baca di sebuah artikel, semakin orang yang patah hati itu berusaha melupakan orang yang ia cintai, maka ia semakin sulit untuk melupakan orang itu. Aku setuju. Aku berusaha untuk meninggalkan perasaan menyiksa ini, tapi aku nggak bisa. Aku malah dibawa hanyut oleh perasaan ini.

"Aku suka dia, tapi dia nggak. Dia malah terlihat nggak suka padaku.".Sebaris kata yang saat aku tanamkan itu di otakku, membuat hatiku sakit, dadaku sesak, dan aku kehilangan energi. Aku lemas, karena hatiku lemas. Hatiku lemas karenanya.

Dia menyukai orang lain, tapi bukan aku. Aku seperti nggak punya harapan untuk bisa dekat dengannya. Aku nggak punya harapan untuk  bisa menyaingi si 'H' dalam hal meraih hati si 'I' karena jelas-jelas si 'I' itu akan memilih si 'H' ketimbang aku. Aku cuek di kelas. Bahkan aku tergolong dingin. Itu hanya sepintas pandangan orang tentangku. Aku pernah melakukan beberapa hal bodoh yang membuat si 'I' membenciku. Aku baru menyadarinya saat aku menelusuri perasaanku yang jelas-jelas suka dan tertarik padanya. Aku udah mengatakan perasaan ini kepada dua orang teman dekatku, dan setidaknya dengan menceritakan ke teman-teman dekatku, perasaanku menjadi lebih plong.

Sebagai seorang cewek, aku ingin agar perasaanku terbalas, tapi di sisi lain, aku takut untuk terlalu mendekatinya, sehingga ia bisa menyadari perasaanku. Banyak orang yang beranggapan, kalau cewek yang nembak duluan, cewek itu seperti nggak punya harga diri, terlalu agresif, dll. Padahal, di komik-komik Jepang, banyakan cewek nembak duluan.

Oke, sekian mengenai curhatanku hari ini. Pembaca blog yang baik hati, yang punya saran mengenai perasaanku, bisa di comment ya. Makasih..

Komentar

  1. Mungkin semua awalnya terasa seperti...tp saat kita melihat baik" di dalam diri kita,apakah pantas kita ngelakuin dan berkorban banyak hal kepada satu individu yang belum tentu memiliki rasa yang sama,mungkin awalnya akan sakit dan juga yang bakal dirasain adalah hal yang membuat kita emosi pada diri kita sendiri karena memiliki perasaan itu,tapi sesudah saya membaca beberapa pengalamanmu yang sebelumnya saya mulai mengerti bahwa kamu itu takut untuk menentukan dimana kamu berada,dimana kamu merasa nyaman dan kamu merasa bahwa kamu bisa saja tidak pantas untuk mendapatkan hal itu,tapi segala sesuatu yang kita inginkan memang sudah direncanakan yang diatas...tapi kalau kita tidak berusaha untuk mencoba menggapai yang kita inginkan maka hal itu hanyalah angan"....jadi be brave,and be yourself,aku yakin diluar sana juga ada banyak orang yang ingin membahagiakanmu,walaupun kamu menyangkal setidaknya pasti ada 1 orang yang menerimamu apa adanya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

If it belongs to you, it will be yours.

Kamu dan Kenangan di Hari Kemarin

Tentang Dia dari Tiga Tahun yang Lalu