Akibat Mudah Lupa

Selamat malam semuanya..(^_^)/ sebenarnya, aku bingung mau nulis apa sj. Hehehe...^^"
Ya sudah, kalo gitu, akan kuceritakan sedikit pengalamanku yang menurutku lucu. Hehehe...smoga terhibur, ya.

Sebenarnya, ini adalah pengalamanku yang menurutku memalukan.

Salah satu sifat burukku adalah mudah lupa. Singkatnya, pelupa. Dan hal ini sangat merepotkanku. Apalagi aku ini salah satu orang yang terkadang suka nyimpen barang seenak udel, sehingga sering kali aku lupa menaruhnya. Bahkan, saking pelupanya, aku bisa melupakan dimana aku menaruh pulpenku, padahal pulpenku itu sedang kupegang. Atau pernah suatu ketika, saat aku membawa dua benda, yaitu baju dan sampah, aku malah meletakkan bajuku di dalam tempat sampah. Hahahaha...lanjut.

Baru-baru ini, aku melakukan dua kesalahan yang sama, yaitu memberikan uang yang kurang. Oke, ini bukan karena aku kere, tapi karena aku yang lupa menghitung uang, jadi yah, aku kasih saja dengan santainya tanpa mempedulikan uang itu kurang atau tidak.
Kejadian pertama adalah sewaktu aku membeli es krim di Baskin Robins. Berhubung saat itu di dompetku uang kecilku banyak, jadi kupakai uang yang kecil, agar uang kecilku nggak makin banyak. Jadi, saat itu, aku mengambil uang kecilku, lalu membayar es krim tersebut dan berjalan pergi. Belum jauh aku pergi, tiba-tiba seorang karyawannya berteriak padaku, "Dek, uangmu kurang." Entah apa ada orang lain yang mendengarnya atau gak, aku segera kembali sambil nyengir ke karyawannya dan meminta maaf. 
Kejadian kedua adalah sewaktu aku membeli bedcover bersama kakakku. Dan kesalahan itu kulakukan lagi. "Uangmu kurang, dek," kata mbaknya. Seperti kebiasaanku, aku nyengir lagi ke mbaknya, plus nyengir ke kakakku juga. Entah apa yang dipikirkan kakakku saat melihatku nyengir. Mungkin dia mikir, adiknya udah mulai stres karena sering kepikiran soal 'apa nanti dy bakal dapat teman di sekolahnya yang baru atau nggak'. Yah, mungkin begitulah.

Oke, itu dua contoh kejadian yang terjadi padaku baru-baru ini.

Di cerita selanjutnya, aku akan ceritakan pengalamanku yang udah lama, tapi masih berkaitan dengan sikapku yang 'pelupa' yang entah kapan bisa hilangnya..--"

Suatu hari, di sekolahku, kami dikasih tugas untuk membawa kertas asturo berwarna biru dan beberapa alat lain seperti gunting, lem, dll. Nah, sebagai anak yang taat pada perintah guru dan rajin mengerjakan tugas *make helm, takut digebukkin massa*, aku berencana kalau bentar sore aku bakal pergi membeli kertas asturo. Sorenya, sebagai anak yang terkadang suka nunda-nunda pekerjaan, jadi aku nggak langsung pergi. Aku masih asyik nonton TV dan berargumen,"Aku kan, perginya ntar naik motor. Kalo agak malaman dikit yah, nggak masalah, lah. Kalo ada yang berani macam-macam denganku, yah tinggal ditabrak saja, habis itu mayatnya dibuang ke kali terdekat *oke, saya tahu saya sebenarnya berbakat menjadi seorang pembunuh*. Tapi sayangnya, saat aku pergi membeli kertas asturonya, langit udah mulai mendung. Tapi, sekali lagi, aku meyakinkan diri, kalo pergi dengan motor, kalo hujan yah, tinggal ngebut sampai rumah. Atau nggak, nebeng di rumah teman sampai hujannya berhenti. Tapi kalo hujannya lama berhenti, mau nggak mau, yah numpang makan..:P Jadi, aku tetap melanjutkan perjalananku membeli kertas asturo. Dan malangnya, saat aku hendak pulang, hujan turun dengan sangat deras. Dan kalo aku membawa kertas asturonya dalam keadaan 'ditenteng', kertasnya pasti basah. Jadi, dengan pemikiran seorang cewek yang kreatif tapi terkadang bego, aku masukkin kertas asturonya ke dalam jaketku, nggak peduli tuh kertas bakal dengan indahnya keluar dari jaketku, yang penting saat itu, itulah satu-satunya pilihanku agar kertas asturonya nggak basah.
Dan yah, tentu mengemudikan sebuah motor dengan kertas asturo yang panjang di dalam jaketmu akan membuatku kerepotan membawanya, karena takut jatuh. Bahkan karena itu pula, aku nyaris jatuh ke dalam kubangan.
Oke, pada intinya, aku sampai di rumah dengan selamat, walau kertas asturonya sedikit basah. 
Nah, tapi besoknya, dengan begonya, AKU LUPA BAWA KERTAS ASTURO ITU! Dan tentu saja, saat memikirkan perjuanganku untuk membeli kertas asturo itu, aku galau. Benar-benar galau. Really really galau. Dengan kegalauan yang benar-benar menguasai batinku, tiba-tiba salah seorang teman dekatku menghampiriku, bertanya kenapa aku menangis..(memang sih, saking galaunya aku sempet nangis), dan aku mulai menceritakan seberapa aku berjuang mendapatkan kertas asturo itu, tapi aku lupa membawanya. Dengan senyum malaikatnya, ia memberiku sebuah kertas asturo berwarna PINK! Pertamanya aku sedikit keberatan, tapi karena takut dikira nggak tahu diri, aku menerimanya. Saat itu, perasaanku kembali bahagia. Kayaknya, dia sudah diutus Tuhan untuk menyelesaikan masalahku. Rasanya, aku ingin memeluknya, lalu mengajaknya nari Heavy Rotation dan ikut lomba dance cover Heavy Rotation #mulaingaco.

Yah, pada intinya, aku memang merasa terganggu dengan kebiasaan ini. Tapi aku berusaha untuk menghilangkannya, dan mudah-mudahan bisa.
Oke, sekian postinganku malam ini. Memang garing sih, aku harus akui itu. Tapi setidaknya ada yang aku tulis malam ini. Wkwkwkwk...xD

Dan aku mau ngucapin, selamat malam..!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

If it belongs to you, it will be yours.

Kamu dan Kenangan di Hari Kemarin

Tentang Dia dari Tiga Tahun yang Lalu