Tragedi hari Sabtu tanggal 12 Maret 2011

Selama beberapa hari ini,aku nonton di berita soal tsunami yang terjadi di Jepang. Memang cukup tragis. Daaann....aku pertama kali mengetahui hal ini saat ada temanku yang meng-sms kalau ada tsunami di Jepang. Respon pertama: kaget dan sedih. Sedih kenapa? Karena aku sangat menyukai Jepang. Suatu negara yang menurutku sungguh unik, baik budaya, benda-benda, bahkan makanannya. Style harajuku mereka juga kereeeennn....banget. Aku juga suka manga dan komiknya. Menurutku, Jepang adalah salah satu negara yang luar biasa. Dan juga pemandangannya, dan onsennya.Hahaha...

Waktu aku dapat sms dari temanku, aku langsung histeris *lebay* lalu mulai mutar TV. Dan benar saja, waktu aku nonton TVOne, Jepang udah porak-poranda. Aku nggak bisa membendung kesedihan hingga akhirnya aku nangis. Sebuah negara yang dari kecil aku mengaguminya kini berantakan karena tsunami dan gempa sebesar 8,9 SR. Tragis banget...

Lalu, ternyata, ada sebuah kabar dari berita, kalau tempat tinggalku (Jayapura,Papua) akan kena dampak tsunami juga. Lengkap deh hari itu. Kaget, sedih, plus panik. Dengan paniknya, aku sebenarnya mau ngepak semua baju plus koleksiku. Tapi, setelah mengikuti berita, tsunaminya ternyata setinggi 1-1,5 m. Dan lagi, di rumah tuh hanya tinggal aku. Mama pergi ibadah, papa antar adekku pergi latihan bulutangkis. Jadi, kuputuskan ngepak baju kalau mamaku suruh. Jadi, aku isi baterai hpku dan laptopku, juga NDSku. Setelah itu, aku masukkan tiga buah boneka yang menurutku ukurannya kecil, dan sebuah baju kesayanganku bergambar Kerokerokeroppi pemberian Carissa, sahabatku. Yah, menurutku itu saja sudah cukup. Lalu, aku mulai mandi dan makan (yang biasa aku lakukan jam setengah delapan malam, sekarang aku lakukan jam lima sore. Hahahaha...). Lalu aku kembali menonton. Hatiku makin hancur melihat segala kekacauan yang diakibatkan tsunami di Jepang.

Lanjutt...karena kabarnya tsunaminya jam setengah sembilan lewat WIT, jadi aku nyiapin diri saja. Tiba-tiba, temanku yang tinggal di dekat pantai datang ngungsi bersama papa dan kakaknya. Jadilah rumahku ramai. Hahaha...

Setelah berjam-jam, hingga jam setengah sepuluh malam, nggak ada yang terjadi. Okelah, bisa dibilang tsunaminya batal, telat, atau mungkin gak tega menerjang Jayapura kali, ya??Hahaha... :)
Dan berita menyebutkan, bahwa tsunami yang terjadi di Jayapura nggak tinggi coba!!! Aku hanya bisa ketawa, saat tahu banyak orang yang udah capek-capek ngungsi, padahal tsunaminya nggak nyampe semeter. Hahahaha....

Cerita beralih ke kelasku, tepatnya.
Aku pun, tanya ke teman-temanku, apakah pas isu tsunami, mereka ngungsi atau tidak, tapi ternyata sebagian besar, mereka malah santai nanggapin itu, yaitu nggak ngungsi. Hahaha...yaah, bisa dibayangin betapa kagetnya mereka (orang-orang yang ngungsi) waktu tahu hal itu. Mungkin marah-marah ndiri, atau bersyukur kali, ya?? :)

Tapi tetap saja,aku sedih banget soal Jepang. Ya udah,terakhir, aku ngucapin kalau aku turut berduka atas bencana yang dialami negeri sakura. Semoga, Jepang bisa bangkit dan menjadi negara yang besar lagi.. :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

If it belongs to you, it will be yours.

Kamu dan Kenangan di Hari Kemarin

Tentang Dia dari Tiga Tahun yang Lalu